oleh

Damkar Tidore Koleksi Armada Tua

Jazirah Indonesia – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan saat ini hanya memiliki lima unit armada pemadam kebakaran (damkar), itu pun sudah berusia uzur.

Damkar yang tergabung di OPD Satuan Polisi Praja (Satpol PP) Kota Tidore Kepulauan itu, memiliki tiga unit mobil pemadam dan dua unit mobil suplay atau mobil tangki. Namun dari tiga unit mobil pemadam, hanya satu yang bisa dioperasikan.

Ini membuat dua unit mobil suplay terpaksa difungsikan untuk memadamkan api.

Menurut Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Tidore Kepulauan, Yusuf Tamnge, keberadaan armada tersebut sejak Tidore masih masuk wilayah administratif Kabupaten Halmahera Tengah.

“Jadi memang sudah tidak layak pakai,” ungkap Yusuf kepada Jazirah.id, Senin (23/8/2021).

“Tapi keuangan daerah belum stabil, sehingga kita berupaya menjaga kondisinya, agar bisa digunakan ketika ada kebakaran,” tambah Yusuf.

Ia mengaku, kerusakan pada dua unit armada tersebut sejak dua bulan lalu. “Kita selalu perbaiki setiap terjadi kerusakan. Tapi kalau sudah parah, tentu tidak bisa lagi,” katanya.

Keterbatasan armada ini pula yang membuat armada damkar belum bisa menjangkau hingga daratan Oba. “Kalau untuk Pulau Tidore masih bisa dicover,” katanya.

Kata Yusuf, sudah ada rencana membangun 1 unit Pos damkar di wilayah Sofifi, Kecamatan Oba Utara.

“Tapi kalau hanya 2 unit yang aktif, sedangkan 1 unit dibawa ke sana (daratan Oba), berarti di sini (Pulau Tidore) tinggal 1 unit,” tuturnya.

Terkait anggaran pemeliharaan untuk armada damkar yang ditambah 2 unit mobil Satpol PP, Yusuf mengaku tidak tahu.

“Nominalnya tiap tahun saya tidak hapal. Tapi saya anggap dengan anggaran yang ada, masih kurang,” kata Yusuf tanpa merinci besaran angkanya.

Dia berharap pada 2022 mendatang, Pemkot Tidore membeli 1 unit armada lagi, untuk rencana persiapan Pos Damkar di Sofifi.

“Karena Pos itu biasa didukung 1 unit mobil pemadam dan 1 unit mobil suplay,” ujar Yusuf, sembari menyebut dari sisi personil, pihaknya siap.

Mobil suplay milik Pemadam Kebakaran Kota Tidore Kepulauan. Foto: Nurkholis Lamaau/Jazirah Indonesia

Hal senada diakui Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Tidore Kepulauan, Amir Soleman. “Satu unit armada suplay ini, selain mengangkut air, juga difungsikan untuk penyemprotan,” katanya.

Sebab dari 3 unit armada pemadam, dua di antaranya tidak bisa menyemprot lantaran bermasalah pada mesin pemadam portable.

“Untuk armada pemadam 03 ini, saya harus isi air dua hari sekali untuk tetap standbay. Karena kebocoran pada tangki cukup besar,” katanya.

Ia mengaku sudah menyampaikan hal ini ke Kasatpol PP, untuk langkah perbaikan.

Saat ini, sambung Amir, 1 unit armada pemadam sudah normal. Tinggal pengadaan pipa rem yang tak lagi berfungsi.

“Kalau sudah berfungsi, saya pindahkan mesin portable dari armada 03 ke armada 01. Karena itu yang tidak bocor,” paparnya.

Sedangkan armada 02, menurut Amir, sudah tak bisa dioperasikan sama sekali. “Karena portable dan mesinnya rusak berat,” tandasnya.

Ia mengaku sudah pernah mengusulkan rencana perbaikan hingga pembelian alat ke Pemkot.

Saat itu sempat disetujui dengan rencana pembelian mesin pemadam portable V82 seharga Rp200 juta. Namun dananya direfocusing.

“Tapi kabarnya, kita akan dapat 2 unit mesin alcon yang cukup besar. Nanti seperti Damkar Ternate yang hampir semua armadanya menggunakan alcon,” tandasnya.

Penulis : Nurkholis Lamaau

Editor    : Dedy Zunaidi

banner 1200x500

Komentar