oleh

Menteri Desa Janji Tindak Lanjut Tuntutan Warga Mare Terkait Listrik

Jazirah Indonesia – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar berjanji akan menindak lanjuti masalah listrik di dua Desa di Pulau Mare, Kota Tidore Kepulauan.

Janji tersebut disampaikan Halim saat bersilaturahmi dengan Kepala Desa serta pendamping desa se-Kota Tidore Kepulauan di pantai Tugulufa, Kota Tidore Kepulauan, Jumat (15/10/2022).

banner 1200x500

“Sampai di Jakarta hari Senin saya akan menindaklanjuti apa yang dipesankan oleh Wali Kota, saya akan berkoordinasi dengan PLN pusat, supaya apa yang dijanjikan ke Tidore Kepulauan agar segera bisa diwujudkan,” kata Halim.

Pernyataan Halim tersebut menanggapi pernyataan Wali Kota Tidore Ali Ibrahim terkait permasalahan listrik di pulau Mare.

Ali dalam kesempatan itu menyampaikan sejumlah masalah di desa dan daerah transmigrasi yang ada di Kota Tidore, salah satunya persoalan listrik di pulau Mare.

Kota Tidore sendiri terdapat satu PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) berkapasitas 7 x 2 MW yang berada di pulau Tidore. Namun, sambungan listriknya belum bisa sampai ke pulau Mare lantaran jaraknya yang jauh. Itulah kenapa pulau Mare saat ini harus memiliki mesin pembangkit sendiri.

Dia mengatakan, lahan serta fasilitas bangunan untuk pembangkit telah disediakan oleh pemerintah Kota Tidore di pulau Mare. Hanya saja, mesin pembangkitnya belum ada.

“Kami didatangi Kanwil PLN, sehinga kami sediakan lahan untuk dibangun gedung (pembangkit) listrik, kami sudah bangun 2 tahun, mesin listriknya belum datang,” ungkap Ali Ibrahim di hadapan Mendes PDTT.

Mesin pembangkit yang tak kunjung datang itulah, Ali mengaku warga Mare mendatangi kantornya berunjuk rasa menuntut penyelesaian masalah listrik.

Menurut Ali, pihaknya telah menyampaikan persoalan listrik di pulau Mare ke PLN pusat bahkan sampai ke Presiden.

“Jadi pada kesempatan yang berbahagia ini pak Menteri tolong menyampaikan ke PLN, sisa mesin aja pak,” pinta Ali.

Kepala Desa Marekofo, Ahmad Ayub kepada Jazirah Indonesia mengatakan, saat ini penerangan di desanya masih menggunakan mesin genset mini milik Pemerintah Desa.

“Mesinnya mulai hidup pada jam 6 sore sampai jam 12 malam, biaya operasinya menggunakan dana desa,” ujar Ahmad.

Sebelumnya pemerintah Kota Tidore Kepulauan, pihak PT PLN pernah berdialog dengan tokoh masyarakat Desa Marekofo dan Maregam terkait listrik.

Hasil pertemuan itu menurut Ahmad, listrik di pulau Mare dijanjikan sudah bisa beroperasi tahun 2024.

“Jadi sebagai kepala Desa Marekofo saya berharap pada tahun 2024 listrik di pulau Mare dapat di nikmati oleh kedua desa,” ucapnya.

Mantan Ketua HMI cabang Tidore ini mengatakan, dengan adanya mesin pembangkit listrik dari PLN nanti bisa mengurangi beban penggunaan dana desa yang saat ini menalangi operasi genset.

“Atas nama kepala Desa Marekofo mengucapkan terimakasih kepada Menteri Desa PDTT sudah mau menyuarakan kepentingan listrik (pulau Mare) di PLN,” pungkasnya.

Diketahui, Mare merupakan daerah penghasil gerabah di Kota Tidore Kepulauan. Pulau ini memiliki luas 2810 hektare.

Komentar